Nusa Dua Light Festival, Cara Seru sambut Liburan Awal Tahun

Sudah menjadi adat kebiasaan seluruh umat manusia di belahan dunia manapun bahwa tanggal 31 Desember selalu diperingati untuk merayakan malam pergantian tahun baru. Perayaan meriah dan letusan menawan kembang api berwarna-warni selalu menjadi elemen utama yang menjadi daya tarik malam penuh doa dan harapan baru. Meskipun kembang api dan pesta meriah mutlak jadi ciri khas untuk memeringati tahun baru, namun, ada beberapa cara berbeda yang bisa dilakukan untuk memperingati tahun baru. Seperti halnya di pulau penuh pesona, Bali.

Perayaan tahun baru di Pulau Dewata itu tidak pernah dari sepi kejutan. Bali menawarkan banyak cara untuk merayakan pergantian tahun baru, mulai dari pesta meriah di bibir pantai, spot countdown party di ikon-ikon kota, atau dinner romantis dengan orang-orang tersayang di beberapa hotel di Bali, hingga perayaan adem ayem untuk lebih bersyukur dengan mendekatkan diri pada Sang Pencipta di desa-desa adat seperti di kawasan Ubud.

Jika biasanya countdown party di Bali berpusat di kawasan Kuta yang terkenal sebagai pariwisata “Legian Tak Pernah Mati”, tak ada salahnya menengok acara tahun baru di kawasan Nusa Dua Bali. Salah satu kawasan yang juga jadi primadona Bali ini pun tak pernah absen menggelar acara besar-besaran tiap malam baru. Tak ketinggalan, tahun ini pun terdapat agenda keren yang recommended untuk dikunjungi wisatawan yang sedang berkunjung ke Bali untuk merayakan tahun baru terutama di daerah Nusa Dua. Agenda tersebut adalah Nusa Dua Light Festival (NDLF).

 

Acara yang digadang oleh Indonesia Tourism Development Corporation bekerja sama dengan PT Cikal Bintang Bangsa ini mengusung tema “The Jungle”. Nusa Dua Light Festival dengan tema “The Jungle” ini sangat cocok dikunjungi sebagai salah satu destinasi wisata keluarga. Meskipun namanya Nusa Dua Light Festival, festival yang berpusat di Pulau Peninsula Nusa Dua ini tidak hanya memanjakan pengunjung dengan kecantikan warna-warni lampu lampion yang memiliki berbagai macam bentuk, namun, banyak juga wahana lain yang bisa dinikmati seluruh anggota keluarga.

Memilih untuk menikmati akhir tahun di Nusa Dua Light Festival? Ada baiknya kamu menginap di salah satu hotel di kawasan Nusa Dua, meski hotel di Bali banyak bertebaran, pilihan terbaik pasti jatuh dekat dengan tempat lokasi wisata. Salah satu hotel yang berada di kawasan Nusa Dua adalah Inaya Putri Bali. Lokasinya pun dekat dengan lokasi wisata lainnya seperti Pantai Megiat, Pantai Geger, Museum Pasifika dan juga Bali Nusa Dua Theater.

Di festival ini, selain lampion unik berbentuk beragam binatang yang dengan apiknya memenuhi Pulau Peninsula, adalah banyaknya wahana kendaraan mini seperti kereta dan helikopter mini. Kendaraan-kendaraan ini tentunya bisa memanjakan anak-anak. Selain itu, ada pula wahana rumah balon dan permainan trampoline. Sedangkan untuk remaja dan orang tua yang menyukai peningkatan adrenalin, bisa mencoba menaiki wahana balon udara yang cukup menampung enam orang dan sanggup mengudara setinggi 25 meter. Tidak begitu ekstrem bukan? Namun sangat cukup untuk menikmati indahnya pemandangan kawasan Nusa Dua dari ketinggian.

Perayaan tahun baru tanpa adanya hiburan akan terasa hambar. Oleh sebab itu, tak hanya menyediakan wahana permainan untuk para pengunjungnya. Festival yang digelar selama 48 hari, tepatnya hingga 14 Januari 2018 ini menyuguhkan banyak sekali hiburan berbasis kebudayaan karena rasanya Bali memang tak bisa lepas dari unsur kental budayanya. Hiburan-hiburan itu antara lain pagelaran seni seperti pentas seni tradisional, musik daerah, dan juga festival kuliner yang akan memanjakan selera makan pengunjung.

Seusai mengunjungi Nusa Dua Light Festival, kamu yang memilih menginap di Inaya Putri Bali bisa menikmati spa atau fasilitas hotel seperti kolam renang privat yang berada tepat di depan kamar. Ingin menikmati sensasi pengalaman lain? Kamu hanya perlu berkeliling disekitar Nusa Dua dan mengunjungi Surt and Turf Surf Rider atau melihat Water Blow.

Awal pembukaan festival ini pun tak kalah seru karena acara lain. Dibuka oleh Jatmiko, Direktur Strategi Korporasi dan Keungan ITDC itu menampilkan band lokal Bali seperti Lolot Band dan Dejapu Band serta pertunjukan seni dari Sanggar Seni Sunari Karya dan Sabha Yowana.

Digelarnya festival ini bertujuan untuk menarik minat turis agar mau mengunjungi Pulau Dewata kembali. Seperti yang diketahui bahwa belakangan ini orang cenderung enggan berlibur apalagi memilih menginap di hotel di Bali karena Pulau Dewata sedang tertimpa musibah erupsi Gunung Agung. Dalam pembukaan festival ini, Jatmiko yang ditemani Pemerintah Daerah setempat menegaskan kembali bahwa Bali umumnya dan Nusa Dua khususnya aman untuk dikunjungi wisatawan karena hanya wilayah zona merah saja yang dianggap berbahaya.

Zona bahaya yang dimaksud menurut Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi memperkirakan bahwa radius berbahaya itu adalah 8 km dari Gunung Agung yang jika ditambah perluasannya adalah 10 km dari Gunung Agung. Untuk itu, digelarnya festival keren ini dapat menyakinkan wisatawan bahwa Bali adalah destinasi wisata yang aman dan nyaman untuk merayakan tahun baru 2018.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *